Militer AS Melancarkan Serangan terhadap Posisi ISIS di Suriah

ByJennifer Lopez

Januari 11, 2026

Amerika Serikat dan pasukan sekutunya telah melakukan serangan militer besar-besaran terhadap Negara Islam (ISIS) posisi di Suriah, menurut pengumuman dari Komando Pusat AS (Centcom).

Operasi yang dilakukan pada hari Sabtu itu diperintahkan oleh Donald Trump dan merupakan bagian dari Operasi Serangan Hawkeye, sebuah kampanye yang diluncurkan sebagai tanggapan terhadap serangan mematikan ISIS terhadap pasukan AS di Suriah pada tanggal 13 Desember.


Pembalasan Setelah Serangan Maut di Bulan Desember

Centcom menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk melawan terorisme dan memastikan keselamatan pasukan AS dan sekutu yang beroperasi di wilayah tersebut. Serangan bulan Desember, yang dilakukan oleh seorang anggota ISIS di dekat Palmyra, mengakibatkan kematian dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil AS.

“Pesan kami jelas,” kata Centcom dalam sebuah pernyataan. “Segala bentuk bahaya yang menimpa prajurit kami akan ditanggapi dengan kekuatan yang tegas dan mematikan, di mana pun mereka yang bertanggung jawab mencoba bersembunyi.”


Rincian Serangan Militer

Menurut seorang pejabat AS yang berbicara kepada CBS News, Lebih dari 90 amunisi berpemandu presisi dikerahkan melawan lebih dari 35 target selama operasi tersebut. Serangan tersebut melibatkan lebih dari Pesawat 20Termasuk jet tempur F-15E, pesawat serang A-10, helikopter tempur AC-130J, drone MQ-9, dan F-16 Yordania.

Centcom belum mengungkapkan lokasi pasti serangan tersebut atau mengkonfirmasi apakah ada korban jiwa.

Militer AS Melancarkan Serangan terhadap Posisi ISIS di Suriah


Tanggapan Pentagon dan Pernyataan Resmi

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengomentari operasi tersebut melalui media sosial, menekankan bahwa Amerika Serikat akan tetap tanpa henti mengejar mereka yang mengancam pasukannya.

“Kami tidak akan pernah lupa, dan kami tidak akan pernah menyerah,” tulisnya, menggarisbawahi komitmen Washington untuk membela personel Amerika di luar negeri.

Ketika Operasi Hawkeye Strike pertama kali diumumkan pada bulan Desember, Hegseth menggambarkannya sebagai respons langsung dan bukan awal dari konflik yang lebih luas, dengan menyatakan bahwa misi tersebut merupakan tindakan pembalasan yang jelas.


Kampanye Berkelanjutan Melawan ISIS

Centcom melaporkan bahwa sebelum serangan hari Sabtu, pasukan AS dan sekutu telah membunuh atau menangkap hampir 25 pejuang ISIS in misi 11 Dilaksanakan antara tanggal 20 dan 29 Desember.

Misi pertama operasi tersebut, yang dilakukan pada tanggal 19 Desember, melibatkan pasukan AS dan Yordania yang terkoordinasi dalam serangan terhadap lebih dari... 70 target IS di seluruh Suriah tengah. Serangan itu menggunakan jet tempur, helikopter serang, artileri, dan lebih dari 100 amunisi presisi, menargetkan infrastruktur dan fasilitas senjata ISIS yang sudah dikenal.


Lanskap Politik Suriah yang Rapuh

Suriah tetap berada dalam kondisi politik yang tidak stabil setelah jatuhnya mantan presiden. Bashar al-Assad pada Desember 2024, sebuah peristiwa yang mengakhiri lebih dari satu dekade perang saudara.

Negara ini saat ini dipimpin oleh Ahmad Al-Sharaa, juga dikenal sebagai Abu Mohammed al-Jolani, yang pasukan pemberontaknya mengambil alih kekuasaan setelah penggulingan Assad.

Meskipun ISIS telah melemah secara signifikan, kelompok ini terus beroperasi di Suriah, khususnya menargetkan pasukan yang dipimpin Kurdi di timur laut sepanjang tahun 2025.

ByJennifer Lopez

IWCP.net – Berita Singkat – Isle of Wight Candy Press – Pandangan alternatif tentang berita Isle of Wight.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *