Ukraina menyerang dua kapal tanker 'armada bayangan' Rusia menggunakan drone angkatan laut.

ByJennifer Lopez

November 30, 2025
Ukraina menyerang dua kapal tanker 'armada bayangan' Rusia menggunakan drone angkatan laut.

Drone angkatan laut Ukraina telah menyerang dua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi di Laut Hitam saat mereka berlayar menuju pelabuhan Rusia untuk memuat minyak bagi pasar luar negeri, kata seorang pejabat keamanan Ukraina pada hari Sabtu. Serangan itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kyiv untuk menekan industri minyak Rusia yang besar. Menurut Dinas Keamanan Ukraina Ukraina (SBU), kapal tanker — diidentifikasi sebagai Kairos dan Virat — kosong dan sedang menuju ke Novorossiysk, salah satu terminal minyak Laut Hitam terbesar di Rusia.
Video yang dibagikan oleh pejabat tersebut menunjukkan drone angkatan laut yang bergerak cepat menuju kapal tanker besar, diikuti oleh ledakan dahsyat yang memicu kebakaran di dalamnya.

Reuters tidak dapat secara independen mengkonfirmasi identitas kapal-kapal tersebut atau kapan dan di mana rekaman itu diambil.

Dalam pernyataan tertulis, pejabat Ukraina itu mengatakan:
“Setelah serangan itu, kedua kapal tanker mengalami kerusakan parah dan praktis tidak dapat beroperasi. Hal ini akan secara signifikan melemahkan kemampuan transportasi minyak Rusia.”

Tekanan pada 'Armada Bayangan' Rusia

Ukraina telah berbulan-bulan menargetkan kilang minyak Rusia dengan drone udara jarak jauh, menghantam jauh ke dalam wilayah Rusia. Serangan terbaru ini menunjukkan perubahan taktik, yang secara langsung menargetkan kapal tanker di laut.

Kyiv telah berulang kali mendesak negara-negara Barat untuk mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap apa yang disebut Rusia sebagai kebijakan yang agresif. “armada bayangan” — ratusan kapal tua yang pengawasannya longgar digunakan untuk menghindari sanksi dan menjaga aliran minyak Rusia ke luar negeri. Pejabat Ukraina mengatakan armada tersebut membantu mendanai perang Moskow meskipun ada pembatasan internasional.

Dalam perkembangan terpisah, Konsorsium Pipa Kaspia (CPC) — yang bertanggung jawab atas lebih dari 1% pasokan minyak global — mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka menangguhkan operasi setelah titik tambat di terminal Laut Hitam Rusia mengalami kerusakan besar akibat serangan drone angkatan laut Ukraina.
Partai Komunis Tiongkok (CPC) sebagian besar mengekspor minyak dari Kazakhstan melalui Rusia, yang mendorong Kazakhstan untuk menyebut serangan itu tidak dapat diterima.

Ukraina menyerang dua kapal tanker 'armada bayangan' Rusia menggunakan drone angkatan laut.

Kedua kapal tanker tersebut sudah dikenai sanksi.

Drone angkatan laut yang digunakan dalam serangan itu adalah perahu tak berawak bermuatan bahan peledak yang dirancang untuk menabrak target sebelum meledak. Drone ini telah memainkan peran kunci dalam operasi Ukraina di Laut Hitam, memaksa angkatan laut Rusia yang dulunya dominan untuk mundur dari beberapa wilayah.

Kementerian Perhubungan Turki mengkonfirmasi bahwa Kairos setinggi 274 meter Pesawat tersebut mengalami ledakan dan terbakar pada hari Jumat saat melakukan perjalanan dari Mesir ke Rusia. Awak pesawat berhasil dievakuasi dengan selamat sementara upaya pemadaman kebakaran terus dilakukan.

The Virat Dilaporkan bahwa kapal tersebut terkena serangan sekitar 35 mil laut dari lepas pantai. Kapal itu kembali menjadi sasaran pada hari Sabtu oleh kapal-kapal tak berawak, dan mengalami kerusakan ringan di atas garis air. Turki mengatakan kapal tersebut tetap stabil dan awaknya tidak terluka.

Data LSEG menunjukkan bahwa Kairos dan Virat sama-sama terdaftar dalam daftar sanksi yang dikenakan pada Rusia setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Turki menyatakan keprihatinan atas serangan tersebut, dan mencatat bahwa serangan itu terjadi di dalam wilayahnya. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan menimbulkan risiko keselamatan yang signifikan.
Ankara sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencegah eskalasi konflik di Laut Hitam dan untuk melindungi kepentingan ekonomi negaranya sendiri, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Oncu Keceli, pada X.

Pejabat Ukraina tersebut tidak menyebutkan waktu pasti serangan itu, dan Rusia belum mengeluarkan tanggapan publik apa pun.

ByJennifer Lopez

IWCP.net – Berita Singkat – Isle of Wight Candy Press – Pandangan alternatif tentang berita Isle of Wight.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *