Presiden AS Donald Trump mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk mengurangi operasi militer di IranBahkan ketika pemerintahannya mengerahkan lebih banyak pasukan ke Timur Tengah dan meminta Kongres untuk pendanaan perang tambahan. Dalam unggahan media sosial pada hari Jumat, Trump mengatakan Amerika Serikat hampir mencapai tujuannya dan sedang mempertimbangkan untuk mengurangi apa yang disebutnya sebagai upaya militer di wilayah tersebut.
Komentarnya muncul di saat yang tegang bagi perekonomian AS dan kawasan yang lebih luas. Harga minyak telah melonjak tajam selama konflik, menambah tekanan pada pasar keuangan. Pada saat yang sama, pemerintah mengumumkan pelonggaran sanksi terhadap minyak Iran yang sudah dimuat ke kapal, sebuah langkah yang bertujuan untuk mengurangi tekanan harga bahan bakar.
Tak lama setelah pernyataan Trump, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan presiden dan Pentagon memperkirakan misi tersebut dapat memakan waktu sekitar empat hingga enam minggu. Dia mengatakan hari Sabtu akan menandai minggu ketiga kampanye tersebut dan menggambarkan operasi tersebut berjalan dengan sukses, dengan kepemimpinan dan kapasitas militer Iran yang terus melemah.
Pertempuran Berlanjut Meskipun Ada Pembicaraan Tentang Pengakhiran
Meskipun pesan itu disampaikan, perang tersebut belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Serangan yang didukung AS dan Israel terus berlanjut di dalam dan sekitar Teheran, termasuk selama periode liburan Nowruz di Iran. Menurut laporan yang dikutip dalam pemberitaan konflik tersebut, penembakan di daerah pemukiman di desa Dastak di Iran utara menewaskan sedikitnya dua orang.
Iran juga terus melanjutkan responsnya. Laporan menyebutkan Teheran menembakkan rudal balistik ke arah pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia, yang dioperasikan bersama oleh Amerika Serikat dan Inggris. Sementara itu, Israel mengatakan rudal Iran masih diluncurkan ke arah wilayahnya pada Sabtu pagi. Arab Saudi juga melaporkan mencegat 20 drone di wilayah timurnya, yang merupakan lokasi fasilitas minyak utama.
Perkembangan ini telah menambah ketidakpastian mengenai arah sebenarnya dari perang tersebut. Meskipun Gedung Putih memberi sinyal bahwa tujuan militer mungkin sudah dekat, pertempuran di lapangan dan di seluruh wilayah tersebut masih tampak intens.
AS Memperluas Kehadiran Militer Sambil Berupaya Mendapatkan Lebih Banyak Pendanaan
Pada saat yang sama, Washington memperkuat posisi militernya di kawasan tersebut. Para pejabat AS mengatakan bahwa 2,500 Marinir dan pelaut lainnya dikirim ke Timur Tengah dengan menggunakan USS Boxer dan kapal perang pendampingnya. Pasukan ini akan bergabung dengan lebih dari 50,000 personel AS yang sudah ditempatkan di seluruh wilayah tersebut, sehingga menyisakan dua Unit Ekspedisi Marinir di daerah tersebut.

Pemerintah juga meminta Kongres untuk tambahan dana sekitar $200 miliar yang terkait dengan upaya perang dan pembaruan militer yang lebih luas, sebuah permintaan yang diperkirakan akan menghadapi pengawasan ketat di Capitol Hill.
Trump mengatakan bahwa saat ini ia tidak memiliki rencana untuk mengirim pasukan darat Amerika ke Iran, meskipun ia juga membuka kemungkinan untuk tindakan lebih lanjut jika diperlukan. Reuters melaporkan pada 19 Maret bahwa Trump secara terbuka mengatakan ia tidak akan menempatkan pasukan AS di wilayah tersebut, sambil menambahkan bahwa AS akan melakukan apa pun yang diperlukan.
Tujuan Perang Masih Belum Jelas
Konflik ini ditandai dengan perubahan penjelasan dari Washington dan Israel. Pada berbagai titik, tujuan yang dinyatakan mencakup melemahkan kepemimpinan Iran, merusak program rudal dan nuklirnya, dan meningkatkan tekanan pada sistem pemerintahan Teheran. Hal itu telah menyebabkan pertanyaan berulang tentang apa ukuran keberhasilan akhir dan kapan AS akan menyatakan misi tersebut selesai.
Trump mengatakan AS hampir mencapai tujuannya, tetapi para kritikus mencatat bahwa pengerahan pasukan dan permintaan pendanaan menunjukkan operasi tersebut mungkin masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Gedung Putih belum memberikan penjelasan yang sepenuhnya konsisten tentang bagaimana kemenangan akan didefinisikan atau seperti apa penghentian operasi yang sebenarnya dalam praktiknya. Kesenjangan tersebut telah memicu perdebatan di Washington seiring perang memasuki minggu ketiga.
Iran Mengatakan Telah Membalas Serangan
Kepemimpinan Iran telah menolak anggapan bahwa kampanye tersebut telah menghancurkan negara itu. Sebuah pesan Nowruz yang dikaitkan dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei mengatakan bahwa Iran telah memberikan pukulan besar kepada musuh-musuhnya dan menyebut perang AS-Israel sebagai kesalahan perhitungan yang serius. Laporan juga mencatat bahwa ia belum muncul di depan umum sejak serangan Israel sebelumnya yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dan dilaporkan melukainya.
Korban jiwa terus bertambah di seluruh wilayah tersebut. Laporan terbaru menyebutkan lebih dari 1,300 orang tewas di Iran selama perang, lebih dari 1,000 di Lebanon, dan banyak kematian juga dilaporkan di Israel dan di antara pasukan AS. Berbagai media saat ini melaporkan jumlah yang sedikit berbeda, tetapi semuanya menunjukkan peningkatan jumlah korban jiwa yang sangat cepat.
Tekanan Meningkat Seiring Berlarutnya Konflik
Pesan terbaru Trump telah menciptakan gambaran yang sulit dipahami. Di satu sisi, pemerintah berbicara tentang pengurangan operasi. Di sisi lain, mereka mengirim lebih banyak pasukan, menghabiskan lebih banyak uang, dan bersiap untuk eskalasi lebih lanjut jika diperlukan.
Untuk saat ini, perang tampaknya memasuki fase baru yang ditandai dengan ketidakpastian. Gedung Putih berusaha menunjukkan kemajuan, tetapi peningkatan kekuatan militer, pertukaran rudal yang terus berlanjut, dan meningkatnya risiko regional menunjukkan bahwa konflik tersebut masih jauh dari terselesaikan.

