Putin Menargetkan Zelenskyy, Menolak Pembicaraan Soal Tanah dalam Sesi Tanya Jawab Tahunan

ByJennifer Lopez

Desember 19, 2025
Putin Menargetkan Zelenskyy, Menolak Pembicaraan Soal Tanah dalam Sesi Tanya Jawab Tahunan

Presiden Rusia Vladimir Putin Ia menggunakan sesi tanya jawab tahunan yang telah dipersiapkan dengan cermat di Moskow untuk menuduh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menolak bernegosiasi mengenai wilayah, menggarisbawahi sikap keras Moskow seiring dengan meningkatnya upaya internasional untuk mengakhiri perang.

Berbicara pada hari Jumat di forum "Hasil Tahun Ini", Putin menjawab pertanyaan dari jutaan warga Rusia tentang berbagai isu, mulai dari urusan dalam negeri hingga konflik yang sedang berlangsung dengan Ukraina. Pernyataannya sekali lagi menyoroti posisi maksimalis Rusia hampir empat tahun setelah melancarkan invasi skala penuhnya.

Putin: Ukraina Tidak Akan Bicara Soal Wilayah

Menurut Putin, hambatan utama dalam perundingan perdamaian tetaplah keengganan Ukraina untuk membahas konsesi teritorial. Ia mengklaim Zelenskyy telah memperjelas bahwa Kyiv tidak siap untuk menegosiasikan masalah tanah.

“Kita tahu dari pernyataan Zelenskyy sendiri bahwa dia belum siap untuk membicarakan soal wilayah,” kata Putin saat acara di aula pameran Gostiny Dvor di Moskow. Meskipun Zelenskyy secara terbuka menolak untuk menyerahkan wilayah, konstitusi Ukraina juga secara eksplisit melarang penyerahan wilayah.

Putin kembali menegaskan tuntutan Rusia agar Ukraina secara resmi melepaskan empat wilayah yang sebagian diduduki oleh pasukan Rusia, selain Krimea, yang dianeksasi Moskow pada tahun 2014. Ia juga mengulangi seruan agar pasukan Ukraina menarik diri dari wilayah Ukraina timur yang masih berada di bawah kendali Kyiv—syarat yang secara konsisten ditolak oleh Ukraina.

Kepercayaan Diri di Medan Perang dari Moskow

Putin menunjukkan kepercayaan diri pada posisi militer Rusia, mengklaim pasukan Rusia telah merebut "inisiatif strategis" dan akan terus maju sebelum akhir tahun. Penilaian militer Barat menunjukkan bahwa pasukan Rusia telah membuat kemajuan bertahap tetapi stabil dalam beberapa bulan terakhir, merebut wilayah kecil setiap hari sepanjang tahun 2025.

Terlepas dari kemajuan ini, pertempuran di Ukraina timur, khususnya di wilayah Donetsk, tetap berlangsung lambat dan memakan banyak korban bagi kedua belah pihak.

Putin Menargetkan Zelenskyy, Menolak Pembicaraan Soal Tanah dalam Sesi Tanya Jawab Tahunan

Sengketa Atas Aset Rusia yang Dibekukan

Presiden Rusia juga mengkritik rencana Barat untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan untuk mendukung Ukraina, dan menggambarkan langkah tersebut sebagai tindakan yang terang-terangan “perampokanIa memperingatkan bahwa Moskow akan menempuh jalur hukum, dan bersikeras bahwa dana tersebut pada akhirnya harus dikembalikan.

“Apa pun yang mereka ambil, mereka harus mengembalikannya suatu hari nanti,” kata Putin, seraya menambahkan bahwa Rusia akan mencari keadilan di pengadilan yang menurutnya independen dari tekanan politik.

Sebelumnya pada hari Jumat, para pemimpin Uni Eropa sepakat untuk memberikan pinjaman sebesar €90 miliar ($105 miliar) kepada Ukraina untuk mendukung militer dan ekonominya selama dua tahun ke depan. Uni Eropa memilih untuk mengumpulkan dana melalui pinjaman daripada menggunakan aset negara Rusia yang dibekukan secara langsung, menyusul kekhawatiran yang disampaikan oleh beberapa negara anggota.

Upaya Perdamaian Masih Terhenti

Komentar Putin muncul pada saat yang sensitif, karena Presiden AS Donald Trump telah meluncurkan kembali upaya diplomatik untuk menengahi penyelesaian konflik. Namun, negosiasi tetap buntu karena tuntutan yang sangat bertentangan dari Moskow dan Kyiv.

Para pejabat Barat memantau dengan cermat pernyataan Putin untuk mencari petunjuk tentang bagaimana ia bermaksud menggambarkan perang tersebut kepada publik Rusia. Sesi tanya jawab tahunan, yang diadakan dalam berbagai format sejak tahun 2001, menarik sekitar tiga juta pertanyaan tahun ini, yang disaring menggunakan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi tema-tema utama.

Menurut perkiraan AS, perang tersebut telah mengakibatkan lebih dari dua juta korban jiwa secara gabungan, meskipun baik Rusia maupun Ukraina tidak merilis angka yang terverifikasi. Saat diplomasi berjuang untuk mendapatkan momentum, masalah wilayah terus menjadi penghalang utama bagi setiap potensi kesepakatan perdamaian.

ByJennifer Lopez

IWCP.net – Berita Singkat – Isle of Wight Candy Press – Pandangan alternatif tentang berita Isle of Wight.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *