Israel pasukan melancarkan serangkaian serangan baru di seluruh wilayah selatan dan timur Libanon Pada hari Selasa, serangan udara menargetkan daerah-daerah yang terkait dengan Hizbullah seiring dengan terus meluasnya konflik regional yang lebih luas. Dua serangan udara menghantam kota Tyre di selatan tak lama setelah militer Israel memperingatkan penduduk di Tyre dan Sidon untuk meninggalkan daerah-daerah di dekat target potensial.
Serangan terbaru ini terjadi ketika pertempuran antara Israel dan Hizbullah meningkat setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran. Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS-Israel pekan lalu. Sejak itu, bentrokan telah meluas di Lebanon timur, sementara operasi Israel telah mencapai berbagai bagian negara itu, termasuk Beirut.
Laporan-laporan menunjukkan adanya dorongan Israel yang lebih luas di wilayah selatan.
Menurut laporan dari Lebanon, pesawat Israel juga melakukan serangan semalam di beberapa kota, termasuk Almajadel, Chaqra, Srifa, dan sebagian Lembah Bekaa. Serangan besar juga dilaporkan terjadi di dekat Ansariya dan di pinggiran Bint Jbeil dan Ainatha. Laporan lokal menyebutkan empat orang tewas di distrik Bint Jbeil.
Terdapat pula laporan yang berkembang bahwa Israel ingin memperluas kehadirannya di Lebanon selatan dengan memperluas zona penyangga di sepanjang perbatasan. Pada saat yang sama, Hizbullah mengatakan telah berhasil memukul mundur kemajuan Israel di beberapa front.
Seorang pendeta tewas di sebuah desa di selatan.
Media Lebanon juga melaporkan bahwa pastor Katolik Maronit, Romo Pierre al-Rahi, tewas di Qlayaa setelah tembakan tank Israel menghantam sebuah rumah tempat warga berkumpul untuk membantu orang-orang yang terluka. Media Katolik dan regional secara terpisah melaporkan kematiannya dan mengatakan bahwa ia tetap berada di desa tersebut meskipun dalam bahaya.
Kematiannya menambah rasa takut di Lebanon selatan, di mana banyak warga sipil masih terjebak di antara serangan udara, penembakan, dan bentrokan darat yang berulang kali terjadi.

Hezbollah meningkatkan responsnya
Saat serangan Israel berlanjut, Hizbullah juga meningkatkan serangan balasannya. Layanan darurat Israel mengatakan setidaknya 16 orang terluka dalam serangan rudal di Israel tengah. Hizbullah mengatakan telah menargetkan pangkalan kendali drone Givaa dekat Safad, menembakkan roket ke barak Yiftah dekat perbatasan dan menyergap pasukan Israel di pinggiran Khiam, di mana mereka mengatakan tiga tank Merkava terkena serangan.
Israel juga mengatakan telah menyerang sekitar 30 lokasi yang terkait dengan Al-Qard al-Hasan, sebuah asosiasi keuangan yang menurut mereka terkait dengan Hizbullah. Kelompok tersebut sebelumnya telah menjadi sasaran, dan kelompok hak asasi manusia sebelumnya mengatakan bahwa serangan semacam itu harus diselidiki jika objek sipil terkena tanpa bukti penggunaan militer.
Kekhawatiran internasional meningkat atas stabilitas Lebanon.
Uni Eropa mendesak kedua belah pihak untuk menghentikan eskalasi lebih lanjut. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyerukan kembalinya gencatan senjata November 2024 dan memperingatkan bahwa Lebanon berisiko terjerumus lebih dalam ke dalam kekacauan jika pertempuran berlanjut. Reuters juga mengutip pernyataannya secara terpisah yang mengatakan Israel harus menghentikan operasi di Lebanon dan bahwa konflik tersebut berisiko menggoyahkan situasi yang sudah rapuh.
Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun menuduh Hezbollah menyeret negara itu menuju kehancuran, sekaligus mengisyaratkan kesiapan Beirut untuk bernegosiasi langsung dengan Israel, menurut laporan yang Anda bagikan.
Jumlah korban jiwa terus meningkat.
Kekerasan tersebut telah menimbulkan korban jiwa yang besar. Laporan yang terkait dengan eskalasi saat ini menyebutkan setidaknya 486 orang tewas dalam serangan Israel di Lebanon sejak pekan lalu, sementara AP secara terpisah melaporkan jumlah korban tewas di Lebanon akibat dampak yang lebih luas dari perang Iran telah mencapai setidaknya 397 pada hari Minggu, menunjukkan skala krisis yang memburuk dengan cepat.
Gelombang serangan baru ini menggarisbawahi betapa cepatnya Lebanon terseret lebih dalam ke dalam konflik yang tidak lagi terbatas pada Iran dan Israel, dengan warga sipil sekali lagi menanggung sebagian besar kerugiannya.

