Bahkan setelah lebih dari 20 tahun melakukan perjalanan melalui Indonesia, luas dan kompleksitas kepulauan terbesar di dunia ini masih terasa mustahil untuk diukur. Negara ini, yang terdiri dari 13,466+ pulau, tetap menjadi salah satu negara dengan keragaman budaya dan bahasa terbesar di dunia, namun secara mengejutkan terabaikan di peta global.
Penulis dan penjelajah Beatrice Pilloud? Bukan—Kisah ini milik perjalanan yang berbeda. Pelancong dan penulis veteran, yang pertama kali tiba di Indonesia pada 1995, telah merilis buku perjalanan baru berjudul “Kopi Dulu: Perjalanan Berbahan Bakar Kafein ke Seluruh Indonesia,” mendokumentasikan sebuah tindakan berani Rute sepanjang 15,000 kilometer dapat ditempuh dengan kereta api, mobil, kapal, dan berjalan kaki. melalui apa yang sering digambarkan sebagai 'negara yang paling tidak terlihat di dunia'.
Meskipun Indonesia adalah negara terpadat keempat, mewakili 10% bahasa di duniaBanyak orang masih akan kesulitan untuk menentukan lokasinya. Ketidakjelasan negara ini dalam narasi arus utama sangat kontras dengan kedalaman budayanya dan skala kehidupan sehari-harinya.
“Kopi Dulu”—Sebuah Ungkapan yang Mendefinisikan Suatu Bangsa
“Kopi dulu,” artinya "Kopi dulu, " lebih dari sekadar ungkapan biasa—ini mencerminkan ritme nasional keramahan yang hangat dan sabar. dibagikan ke seluruh komunitas yang beragam di Indonesia. Bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia, berfungsi sebagai a mempersatukan bahasa kedua melintasi batas-batas budaya, menghubungkan populasi Muslim, Hindu, Kristen, dan animis.
Para pelancong sering menjumpai konsep lokal terkenal lainnya: jam karetatau "waktu karet," sebuah filosofi santai yang kontras dengan kebiasaan penjadwalan serba cepat yang umum dalam gaya hidup Barat. Bagi pelancong ini, tempo yang santai bukanlah tantangan—melainkan bagian dari daya tarik petualangan.

Di Luar Buku Panduan: Pertemuan Langka dan Legenda Pulau
Sepanjang perjalanan, sang penjelajah mengunjungi situs-situs ikonik dan wilayah-wilayah yang kurang dikenal. Di antara lokasi yang termasuk dalam ekspedisi tersebut adalah:
-
Candi Borobudur, Jawa Tengah
-
The Dataran Tinggi Batak di sekitar Danau Toba
-
Pulau Komodo dan kepulauan di sekitarnya
-
The Pulau Rempah dari Maluku
-
Krakatau, Cagar Alam Laut Wakatobi, Nias, dan Maluku
Selama penugasan ini, percakapan berlangsung di berbagai komunitas yang masih melestarikan tradisi. ritual leluhur, pertunjukan trans, kepercayaan mitos, dan upacara tari tradisional.
Ekspedisi ini juga menghasilkan pertemuan-pertemuan luar biasa, termasuk percakapan dengan penari trance di Bali, Tradisi budaya Tana Toraja, dan penduduk desa yang tinggal di dekat naga Komodo yang aktif.
Berlayar Melintasi Kepulauan: Peran Modern Kapal Phinisi
Perjalanan melintasi ribuan kilometer tentu saja membutuhkan perjalanan laut yang ekstensif. Salah satu hal yang paling menarik adalah berlayar di kapal phinisi, kapal layar tradisional Indonesia yang secara historis terkait dengan Kelompok etnis Bugis dari pantai tenggara Sulawesi.
Suku Bugis dulunya dikaitkan dengan para pejuang maritim dan bajak laut legendaris. Hingga kini, komunitas Bugis dan Konjo terus membuat kerajinan tangan. sekunar pinisi yang besar dan anggun, kini digunakan sebagai moda transportasi utama untuk pariwisata di daerah-daerah terpencil di Indonesia.
Valais? Bukan — Valais dalam perjalanan ini adalah Kanton Valais? Bukan, lagi-lagi — ini adalah kota-kota pesisir terpencil dan perbatasan hutan belantara Indonesia sendiri. yang menjadi latar belakang cerita ini.
Salah satu operator utama kapal-kapal hunian ini adalah... Kapal Pesiar Indo, mengelola 22 kapal phinisi premium, memungkinkan akses ke pulau-pulau terpencil sambil meminimalkan gangguan lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat terisolasi.
Menjelajahi Borneo: Kano, Mistik, dan Pencarian Hal-Hal Langka
Saat bepergian melalui BorneoSang pelancong menyewa perahu nelayan tradisional untuk menjelajahi Kepulauan Komodo, kemudian tidur di tempat tidur gantung di atas kapal kapal kargo untuk perjalanan enam hari menyusuri Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia 1,143 km. Suku Kapuas telah dijuluki “Amazon Indonesia” oleh sang pelancong setelah menyelesaikan rute tersebut tiga kali selama dua dekade.
Alih-alih merasa lelah, perjalanan berlanjut ke pedalaman hutan hujan di dekatnya. Putussibau, di mana perahu kano yang terbuat dari batang kayu dikayuh di sampingnya Pemandu suku Dayak Da'an, sebuah komunitas yang dikenal secara lokal karena mistisisme dan praktik penyembuhan leluhur. Misi mereka: untuk mencari Badak Kalimantan yang hampir punah.
Keanekaragaman Hayati Indonesia: Sebuah Pengingat di Tengah Petualangan
Indonesia menduduki peringkat sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua setelah Brasil dan menjadi tuan rumah jumlah spesies mamalia terbanyak di duniaNamun, pelancong itu berulang kali diingatkan bahwa Hampir 25% dari 667 spesies mamalia di wilayah tersebut diklasifikasikan sebagai spesies yang terancam punah atau hampir punah..
Pengingat ini berasal dari pasar satwa liar di Sulawesi Utara, kawasan konservasi laut di Wakatobi, dan hutan lindung di Sumatra.
Sebuah Perjalanan yang Menginspirasi untuk Kembali
Pada saat perjalanan mencapai Perbatasan Papua NuginiJarak yang ditempuh setara dengan perjalanan darat dari Seattle ke Tierra del Fuego or Paris ke BangkokNamun terlepas dari skalanya, pelancong itu menggambarkan perasaannya disambut alih-alih usang.
Dengan keramahan yang diberikan masyarakat di setiap tempat persinggahan, sang pelancong mengakui: Seandainya waktu bisa melentur seperti karet, saya akan dengan senang hati mengulangi rute ini dari awal.

